Gudeg, olahan buah nangka muda yang terkenal di Yogyakarta, menjadi incaran wisatawan terutama saat liburan. Sentra gudeg seperti Kampung Wijilan dan sekitarnya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota. Untuk meningkatkan minat wisatawan, Wali Kota Yogyakarta mendorong perajin gudeg untuk menciptakan varian baru yang lebih menarik bagi masyarakat luas. Hal ini disampaikan dalam Festival Kuliner Gula Kelapa Gudeg Sejuta Rasa di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Biasanya, gudeg disajikan dengan berbagai pelengkap seperti sambal krecek, tempe, telur, dan daging ayam, dengan rasa manis yang khas. Namun, gudeg juga memiliki potensi untuk diolah menjadi varian baru dengan bahan-bahan yang lebih sehat. Hasto Wardoyo, selain sebagai Wali Kota, juga seorang dokter kandungan yang menekankan pentingnya variasi dalam mengolah gudeg. Salah satu contoh varian baru yang dihadirkan adalah Gudeg Koroner, yang terbuat dari jantung pisang yang kaya serat namun rendah kolesterol.
Untuk mendukung kemunculan varian-varian baru gudeg, perlu adanya ruang kreasi bagi pelaku usaha kuliner. Festival gudeg yang melibatkan Asosiasi Pengusaha Gudeg Yogyakarta menjadi salah satu wadah untuk mempromosikan inovasi-inovasi terbaru dalam dunia gudeg. Bahkan, festival tersebut berhasil mencatatkan rekor sebagai sajian gudeg terbanyak versi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Tidak hanya itu, dalam festival tersebut juga dihadirkan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Yogyakarta untuk menciptakan gudeg dengan bahan-bahan yang lebih sehat dan higienis. Melalui festival ini, wisatawan di Yogyakarta diajak untuk menikmati berbagai jenis gudeg sambil menikmati atraksi dan keindahan kota Yogyakarta secara keseluruhan. Festival ini juga dijadwalkan saat masa libur sekolah untuk menarik perhatian lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.

