Tuesday, February 10, 2026
HomeTeknologiKenapa Indonesia Tak Perlu Gantungkan Harapan pada ChatGPT atau DeepSeek

Kenapa Indonesia Tak Perlu Gantungkan Harapan pada ChatGPT atau DeepSeek

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menegaskan pentingnya Indonesia untuk fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berbeda dari negara maju seperti Amerika Serikat dan China. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan mahadata yang dimilikinya untuk keberbagaiannya. Handoko menegaskan bahwa Indonesia tak perlu meniru produk seperti ChatGPT atau DeepSeek, karena satu-satunya yang diperlukan dunia adalah satu Google atau ChatGPT saja.

AI merupakan alat yang vital dalam memanfaatkan mahadata global. Indonesia memiliki kekayaan mahadata beragam, termasuk biodiversitas yang unik. Saat ini, BRIN memiliki enam juta data koleksi biodiversitas Indonesia yang mencakup flora, fauna, dan mikroba. Handoko menekankan pentingnya pengembangan teknologi AI yang efektif, efisien, dan unik di Indonesia, melibatkan pelaku usaha dan penyedia infrastruktur secara bersama-sama.

Dengan pendekatan berbasis digital, Indonesia diharapkan dapat menghasilkan produk baru yang mampu meningkatkan pemanfaatan infrastruktur yang ada. Handoko optimis bahwa kerjasama antara pelaku usaha dan penyedia infrastruktur akan membawa kemajuan dalam pembangunan teknologi AI di Indonesia.ini telah memiliki enam juta koleksi data biodiversitas Indonesia, mulai dari flora, fauna, bahkan mikroba.”

“Jadi, kita sekarang tidak hanya berhenti mengonservasi dalam bentuk barang hidup kalau di kebun raya atau di Animalium, tapi juga dalam bentuk spesimen, fisik, dalam bentuk digital,” ungkapnya.

Oleh karena hal yang dilakukan seluruhnya berbasis digital, dalam implementasinya Handoko mengajak peran pelaku usaha di bidang layanan jaringan, agar Indonesia secara bahu-membahu dapat mengembangkan teknologi AI yang lebih efektif, efisien, dan memiliki keunikannya sendiri.

“Menurut saya itu tugas bersama kita antara pelaku usaha dan juga dari penyedia infrastruktur, bagaimana kita bisa melakukan itu. Dan saya yakin kalau itu dimanfaatkan, kemudian ada new product, side product-side produk baru dari situ, itu justru akan meningkatkan pemanfaatan dari infrastrukturnya itu sendiri,” ucap Laksana Tri Handoko.”

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler