Presiden Donald Trump akan mengunjungi wilayah Texas yang terdampak banjir bandang pada Jumat. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mengatakan bahwa rencana kunjungan Presiden disusun dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap proses pemulihan. Trump telah menyatakan keinginannya untuk segera datang ke lokasi bencana namun dengan menjaga tidak mengganggu upaya penyelamatan yang sedang berlangsung.
Leavitt juga mengecam pihak Demokrat yang dianggapnya mencoba menyalahkan Presiden Trump atas bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa menyalahkan Trump atas banjir ini adalah kebohongan keji yang tidak membawa manfaat. Senator Schumer, misalnya, meminta penyelidikan atas kekosongan staf di Layanan Cuaca Nasional (NWS) yang dianggap berkontribusi pada banyaknya korban jiwa saat bencana terjadi.
Pemerintahan Trump sebelumnya memotong jumlah staf NWS dan merencanakan penghapusan FEMA. Trump sendiri tidak percaya bahwa pemangkasan staf NWS menjadi faktor utama dalam besarnya dampak bencana tersebut. Leavitt membela NWS dan menyatakan bahwa lembaga tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik.
Meski dua kantor NWS di Texas mengalami kekurangan staf penting, mereka tetap aktif dalam memberikan peringatan terkait potensi banjir. Politisi dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, mengatakan bahwa bencana alam tidak boleh dijadikan ajang politik dan yang terpenting adalah memberikan bantuan yang diperlukan oleh rakyat Amerika.

