Perum Bulog, Badan Urusan Logistik, secara intensif memperkuat pengawasan dan perawatan terhadap beras yang disimpan di gudang-gudang mereka sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Setiap butir beras yang disimpan dan didistribusikan kepada masyarakat harus selalu dalam kondisi terbaik. Bulog menempatkan petugas khusus di setiap gudang untuk memantau dan memeriksa mutu gabah serta beras dari petani. Semua beras yang diterima harus melewati proses pemeriksaan yang ketat, dengan melibatkan surveyor independen untuk memastikan standar mutu yang transparan dan akurat. Pengawasan kualitas dimulai sejak penerimaan beras hingga masa penyimpanan demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Tidak hanya pada tahap penerimaan, Bulog juga menerapkan sistem perawatan berkala terhadap stok beras yang disimpan dengan referensi Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) sebagai pedoman utama. PHGT mencakup kebersihan gudang, pemantauan rutin, tindakan pencegahan seperti penyemprotan, dan tindakan kuratif seperti fumigasi jika ada serangan hama. Langkah-langkah pengawasan dan perawatan ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan ketersediaan beras berkualitas tinggi guna mendukung program pangan serta bantuan pangan.
Dengan pengelolaan yang ketat, terukur, dan berkelanjutan, Bulog berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia. Melalui langkah-langkah ini, Bulog tidak hanya berkomitmen untuk memastikan ketersediaan beras yang aman dan bermutu tinggi namun juga untuk memastikan agar masyarakat mendapatkan bahan pangan terbaik di setiap tahap distribusi. Menjaga kualitas beras bukan hanya tentang penyimpanan, tetapi juga tentang memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses beras berkualitas dengan harga terjangkau.

