Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) berencana membangun Anjungan Pasar Terapung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, sebagai langkah untuk menarik minat wisatawan akan daya tarik wisata lokal Kalsel. Pasar Terapung sendiri merupakan daya tarik utama wisata di Kalsel yang telah ada sejak 400 tahun lalu di Banjarmasin. Gubernur Kalsel, Muhidin, bersama pengelola TMII sepakat untuk mengembangkan kawasan Anjungan Kalsel agar lebih menarik dan diminati oleh para wisatawan. Anjungan ini akan menampilkan miniatur Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, untuk memberikan pengalaman yang autentik kepada pengunjung.
Pasar Terapung TMII akan dibangun menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dari Bank Kalsel. Pemprov Kalimantan Selatan sebelumnya telah menerima dana TJSL dari Bank Kalsel dan menerima dividen dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Kalsel serta BUMD PT Bangun Banua sebagai dukungan untuk pengembangan objek wisata ini. Selain itu, pemerintah setempat juga akan meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana dari anjungan tersebut untuk memastikan pengalaman wisata yang berkualitas.
Pasar Terapung sendiri memiliki sejarah panjang sebagai tempat para pedagang menjual berbagai barang dagangan menggunakan perahu kayu. Pasar ini dimulai sejak masa Kerajaan Banjar pada abad ke-16 dan sekarang telah berkembang menjadi tempat transaksi ekonomi yang lebih modern. Dengan adanya Pasar Terapung di TMII Jakarta, diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata yang khas bagi pengunjung dan menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan Selatan.

