Baterai mobil listrik memiliki siklus hidupnya sendiri. Beberapa baterai bisa berakhir di tempat pembuangan akhir atau diolah ulang menjadi black mass. Namun, General Motors dan Redwood Materials punya ide lain. Mereka berencana memberi baterai “pensiun” julukan baru dengan kemitraan yang baru diumumkan hari Rabu lalu. JB Straubel, CEO dan pendiri Redwood Materials, mantan CTO Tesla, ingin menciptakan rantai pasokan baterai yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menggunakan kembali baterai mobil listrik, baik yang baru maupun “pensiun”, untuk sistem penyimpanan energi. GM akan memberikan Redwood baterai baru dan lama untuk diolah kembali. Baterai mobil listrik bisa “pensiun” karena berbagai alasan, seperti sel buruk atau penurunan kapasitas di bawah batas optimal. Redwood memiliki jaringan sumber baterai yang kompleks, termasuk dealer mobil, pembongkaran otomotif, dan layanan pengumpulan nasional. Kemitraan ini akan membantu GM dan seluruh industri otomotif dalam menghadapi gelombang pasang baterai mobil listrik generasi pertama yang akan kembali ke produsen mobil seiring berkembangnya teknologi. Redwood juga memberdayakan baterai “pensiun” untuk sistem penyimpanan energi, seperti microgrid di Sparks, Nevada. Dengan pendekatan ini, Redwood menciptakan ekosistem baterai dalam negeri yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian energi Amerika. Jadi, meskipun terlihat seperti baterai mobil listrik hanya akan membuang limbah, nyatanya baterai tersebut bisa diberikan “hidup kedua” dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan industri energi di masa mendatang.

