Proyek pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani dari Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah akan dilanjutkan. Sebelumnya, Kepala Bapperida Lombok Tengah sempat mengatakan bahwa proyek ini batal karena investor menghilang. Namun, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul, mengklarifikasi bahwa investor tersebut masih tertarik untuk melanjutkan pembangunan namun masih menunggu validasi perizinan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Proyek pembangunan kereta gantung ini sudah direncanakan sejak 2013 dan groundbreaking telah dilakukan sekitar dua tahun lalu. Pihak investor menunggu validasi izin AMDAL oleh pemerintah sebelum melanjutkan pembangunan. Dalam pertemuan dengan pihak investor, Lalu Sungkul juga menegaskan bahwa investor tidak kabur dan kantor mereka berada di Gunung Sari-Lombok Barat.
Kereta gantung ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat agar tidak melakukan illegal logging dan mendapatkan pekerjaan lain. Investasi untuk kereta gantung di Gunung Rinjani mencapai triliunan rupiah, dengan harapan dapat meningkatkan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Meskipun ada kendala terkait perizinan dan perubahan dalam proyek ini, kereta gantung di Gunung Rinjani diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang memudahkan akses wisatawan, terutama bagi lansia atau orang dengan kendala fisik. Namun, perlu dicatat bahwa titik akhir kereta gantung tersebut tidak sampai ke puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak, masih memerlukan perjalanan tambahan sekitar dua kilometer menuju puncak Rinjani yang tingginya 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl).

