Dalam beberapa bulan terakhir, harga Ethereum telah meningkat lebih dari 60%, mendekati Rp 61,9 juta, mencapai level tertinggi sejak bulan Januari. Walaupun begitu, nilai Ethereum masih belum mencapai level tertingginya di tahun 2021 yang sempat mencapai Rp 75 juta. Sebagai kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, Ethereum memiliki fungsi yang unik. Kripto ini memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi atau smart contract yang berjalan langsung di jaringan blockchain-nya tanpa perlu melalui perantara seperti bank. Saat ini, Ethereum menjadi penghubung utama dalam transaksi digital langsung antara pelaku usaha dan konsumen. CEO pasar kripto NoOnes, Ray Youssef, menyatakan bahwa Ethereum membuka peluang bagi siapa pun mulai dari proyek kripto, pabrik, seniman, hingga influencer, untuk menciptakan token mereka sendiri dan membangun komunitas. Youssef juga menekankan bahwa konsep tokenisasi merupakan “aplikasi killer” Ethereum, dan bahkan menyebut bahwa Ethereum mungkin memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan dengan Bitcoin.

