Perusahaan yang menyimpan Ethereum memiliki potensi operasional yang lebih besar dibandingkan dengan Bitcoin. Mereka dapat memanfaatkan Ethereum untuk membangun produk, layanan, atau infrastruktur yang inovatif. Dengan Ethereum, perusahaan dapat menciptakan bisnis yang nyata dan mendorong pertumbuhan nilai saham ETH. Contohnya, perusahaan dapat mengembangkan aplikasi DeFi, dompet digital, atau protokol staking yang semuanya berbasis ETH.
Salah satu kelebihan Ethereum yang membedakannya dari Bitcoin adalah kemampuannya untuk menghasilkan imbal hasil melalui staking. Ethereum memungkinkan pemiliknya untuk mempertaruhkan aset mereka dan mendapatkan imbal hasil sebagai imbalannya. Jeff Park dari Bitwise menjelaskan bahwa Ethereum merupakan aset produktif karena dapat menghasilkan keuntungan, sedangkan Bitcoin cenderung hanya sebagai aset penyimpan nilai. Pandangan ini juga disampaikan oleh Cosmo Jiang dari Pantera Capital yang menyebut struktural Ethereum sebagai lebih unggul dibandingkan dengan Bitcoin dalam konteks treasury perusahaan.

