Friday, March 13, 2026
HomeTravelBelajar Ngarit untuk Pakan Ternak di Yogyakarta: Panduan Praktis

Belajar Ngarit untuk Pakan Ternak di Yogyakarta: Panduan Praktis

Aktivitas ngarit atau memotong rumput untuk pakan ternak telah menjadi kegiatan biasa di pedesaan Indonesia. Namun, bagi warga asing, aktivitas ini menjadi hal yang unik dan menarik untuk dipelajari. Para mahasiswa asing dari berbagai negara yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tertarik untuk mencoba ngarit bersama warga setempat di Kampung Emas Krapyak, Seyegan, Sleman, Yogyakarta pada 28 Juli 2025.

Program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Kantor Internasional UNY melibatkan mahasiswa asing dalam kegiatan ngarit sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya lokal dan membangun kedekatan dengan masyarakat pedesaan. Mahasiswa asing dari Pakistan, Mesir, Sudan, Mozambik, dan Madagaskar turut serta dalam kegiatan ngarit tersebut.

Melalui pengalaman ngarit, mahasiswa asing tidak hanya belajar teori akademis, tetapi juga merasakan langsung kehidupan di pedesaan Indonesia. Interaksi langsung dengan masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan dari buku pelajaran. Selain itu, kegiatan ngarit juga merupakan salah satu bentuk interaksi yang membangun rasa kebersamaan dan solidaritas antara mahasiswa asing dan masyarakat pedesaan.

Para mahasiswa asing belajar banyak hal dari aktivitas ngarit, mulai dari jenis-jenis rumput hingga cara memegang alat potong rumput dengan aman. Salah satu mahasiswa asing asal Mozambik, Samiliaqad, menyatakan kekagumannya terhadap pengalaman ngarit tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan pengalaman baru yang mengesankan baginya.

Antusiasme para mahasiswa asing dalam kegiatan ngarit juga diapresiasi oleh Tokoh Kampung Emas Krapyak Sleman, Cipto Budy Handoyo. Ia merasa senang melihat semangat dan antusiasme para mahasiswa asing yang turut serta dalam ngarit. Para mahasiswa asing sendiri juga merasa senang dan bersemangat dalam belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler