ALFI Institute mencatat bahwa meskipun terjadi penurunan biaya logistik nasional per PDB dari 26% pada 2014 menjadi 14,3% pada 2024, namun masih tinggi dibandingkan negara tetangga. Ketua ALFI Institute, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengungkapkan bahwa tingginya biaya logistik nasional dapat berdampak pada daya saing negara, terutama dalam persaingan pasar internasional. Untuk meningkatkan daya saing dan menguatkan industri nasional, perhatian terhadap biaya logistik yang lebih rendah menjadi penting.
Tingginya biaya logistik per PDB dipengaruhi oleh biaya transportasi, pergudangan, dan administrasi manajemen logistik. Selain itu, infrastruktur logistik yang belum terintegrasi dan rantai pasok yang tidak efisien juga berkontribusi pada tingginya biaya logistik nasional. ALFI Institute menyoroti pentingnya reformasi sistem logistik nasional dengan melakukan 5 prioritas kebijakan, termasuk peningkatan infrastruktur logistik, tata kelola fiskal dan tata niaga logistik, serta revitalisasi armada angkutan.
Rekomendasi fokus kebijakan tersebut dianggap penting untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia. ALFI Institute menilai bahwa keseluruhan rekomendasi harus dilakukan secara komprehensif dan bersinergi antara pemerintah dan pelaku usaha logistik. Hal ini diharapkan dapat membantu menekan biaya logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

