Saturday, July 11, 2026
HomeTravelKeajaiban Bidar Terakhir Jaka di Sungai Musi

Keajaiban Bidar Terakhir Jaka di Sungai Musi

Di tepi Sungai Musi, perahu kayu besar tradisional tengah direparasi oleh Ncik Muhammad Alaudin Sakagarhan, pemilik grup Bidar Tatang Putra. Proses reparasi sudah mencapai 65 persen dan tinggal tahap pendempulan serta pengecatan sebelum Festival Perahu Bidar berlangsung pada 15-17 Agustus 2025. Jaka memiliki kehormatan sebagai pemilik satu-satunya perahu bidar tradisional yang masih ada di Palembang, dan dia bertekad untuk menjaga tradisi tersebut agar tidak punah. Sebagai generasi ke-3 yang mewarisi tradisi bidar, ia merintis membuat perahu bidar sejak tahun 2003 dan telah menciptakan lima perahu sejauh ini.

Membangun perahu bidar bukanlah tugas yang mudah karena membutuhkan kayu yang panjangnya bisa mencapai 12 meter, sementara kayu lokal Palembang biasanya hanya empat meter. Jaka harus mencari bahan kayu di luar kota seperti merawan, meranti, rengas, dan bungur untuk memastikan kekuatan perahu. Setiap tahun sebelum lomba, Jaka dan kru bidar melakukan ritual warisan turun-temurun seperti membaca Yasin, menyiram air bunga ke perahu, dan makan bersama untuk memohon keselamatan. Meskipun ada momen tidak menyenangkan seperti menabrak tongkang batu bara dan perahu penonton, kebanggaan saat perahu bidar meluncur di Sungai Musi dalam lomba lebih berarti bagi Jaka.

Jaka juga mewariskan tradisi ini kepada keluarganya, termasuk anak-anaknya yang sudah mulai ikut serta dalam menjaga dan merawat perahu bidar. Istrinya mendukung penuh, sementara anak-anaknya mulai terlibat dalam kegiatan bidar dan perawatan perahu. Faturrahman, keponakan Jaka, turut serta dalam melestarikan tradisi bidar dan berharap agar pemerintah juga mendukung keberlangsungan olahraga tradisional ini. Dengan regenerasi atlet bidar di setiap kampung, tradisi bidar Palembang dapat menjadi sumber atlet dari cabang olahraga dayung nasional dan internasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler