Sunday, April 19, 2026
HomeOtomotifMengapa Mobil Listrik Bukan Fokus Utama Honda

Mengapa Mobil Listrik Bukan Fokus Utama Honda

Honda Memiliki Pandangan yang Berbeda mengenai Mobil Listrik

Honda, salah satu produsen mobil terkemuka, telah mengurangi ambisi mereka terkait mobil listrik. Meskipun sebelumnya mengalokasikan dana sebesar 10 triliun yen untuk elektrifikasi, perusahaan ini kemudian memangkasnya hingga 30 persen beberapa bulan yang lalu. Target Honda untuk mobil listrik murni menyumbang 30 persen dari penjualan tahunan pada akhir dekade ini juga tidak lagi berlaku. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Honda menegaskan bahwa mereka tidak melihat mobil listrik sebagai satu-satunya solusi untuk mencapai netralitas karbon.

Perusahaan ini masih berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon untuk semua produk dan aktivitas perusahaan pada tahun 2050. Namun, Honda percaya bahwa ada beragam cara untuk mengurangi emisi karbon, bukan hanya melalui mobil listrik. Jay Joseph, CEO Honda Australia yang baru, menyatakan bahwa meskipun mobil listrik terus berkembang, dengan pengembangan baterai solid-state sebagai contohnya, kendaraan bertenaga baterai bukanlah satu-satunya solusi. Honda tetap fokus pada tujuan netralitas karbon dan akan terus mengembangkan teknologi lain untuk mencapainya, termasuk kendaraan sel bahan bakar listrik saat infrastruktur tersedia.

Meskipun Honda telah menghentikan produksi Clarity, mereka tetap berkomitmen pada teknologi sel bahan bakar. CR-V e:FCEV adalah contoh kendaraan sel bahan bakar Honda yang berfungsi ganda sebagai hibrida plug-in. Produsen seperti Toyota, Hyundai, dan BMW juga masih mendukung teknologi hidrogen. Toyota bahkan bersama dengan mitra Mazda dan Subaru, sedang mengembangkan mesin netral karbon yang dapat menggunakan hidrogen cair, bahan bakar nabati, dan bahan bakar sintetis.

Namun, tantangan utama bagi kendaraan bertenaga hidrogen tetaplah infrastruktur. Dengan hanya sekitar 1.160 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen yang beroperasi secara global, kendaraan seperti CR-V e:FCEV masih sulit untuk dimiliki secara massal. Meskipun beberapa produsen mobil skeptis terhadap mobil listrik baterai, tren penjualan mobil listrik terus meningkat. Badan Energi Internasional melaporkan bahwa penjualan mobil listrik konvensional menyumbang lebih dari 20 persen pada tahun 2024 dan diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun beragam pendekatan di dunia otomotif, mobil listrik baterai tetap menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen global.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler