Kyoto, selain Tokyo, menjadi destinasi wisata yang paling diminati di Jepang. Kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara ke kota ini dipicu oleh keinginan untuk menjelajahi sejarah dan budaya tradisional Jepang yang otentik. Dikenal dengan kuil kuno dan taman yang cantik, Kyoto sejak beberapa waktu terakhir mulai kehilangan daya tariknya bagi wisatawan lokal. Penyebabnya adalah keramaian wisatawan asing yang membuat suasana tidak lagi nyaman. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Blogwatcher, penurunan jumlah pengunjung Jepang terlihat di beberapa objek wisata terkenal di Kyoto selama musim liburan Golden Week 2025.
Kenaikan kunjungan wisatawan asing ke Kyoto merupakan dampak dari melemahnya nilai yen Jepang. Hal ini membuat Jepang menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan asing, sehingga kota ini didatangi oleh banyak turis dari luar negeri. Namun, akibat dari padatnya turis asing, harga hotel di Kyoto pun menjadi lebih mahal. Data dari Asosiasi Pariwisata Kyoto menunjukkan kenaikan harga per malam menginap di hotel sekitar 50 persen dalam kurun lima bulan pertama tahun ini, meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Sebagai alternatif, banyak wisatawan lokal memilih untuk berkunjung ke Nara sebagai gantinya. Kota yang terkenal dengan tehnya ini juga memiliki kuil kuno dan sejarah menjadi ibu kota Jepang pada abad ke-8. Data dari Blogwatcher menunjukkan bahwa dalam Golden Week 2025, lebih banyak wisatawan Jepang mengunjungi tempat wisata utama di Nara dibandingkan dengan Kyoto. Hal ini menunjukkan bahwa minat wisatawan lokal kini bergeser dari Kyoto ke Nara, sebagai destinasi alternatif yang lebih nyaman dan menarik bagi wisatawan domestik.

