Pengelolaan dokumen di era digital menjadi tantangan bagi setiap profesi. Mulai dari freelancer yang bekerja di tempat umum, karyawan kantoran dengan meja penuh berkas, hingga profesional muda yang terus berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya. Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan identitas digital, menjelaskan mengenai pentingnya mengelola dokumen dengan aman dan terlindungi. Menurutnya, dalam era mobilitas dan kebutuhan efisiensi, banyak orang cenderung menyimpan dokumen sensitif seperti dokumen kantor, perjanjian kerja sama, hingga KTP langsung di galeri ponsel.
“Galeri ponsel bukanlah ruang yang aman. Tanpa perlindungan yang memadai, dokumen pribadi rentan terhadap serangan malware, pencurian, dan penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan digital untuk pencurian identitas atau pengambilalihan akun,” kata Niki dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Niki, risiko tersebut tidak hanya terjadi di ranah digital, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dokumen kertas bisa hilang, rusak, atau tercecer tanpa jejak. Sementara proses manual seperti mencetak, memindai, menyalin, hingga menandatangani dokumen seringkali memakan waktu dan membuka peluang ancaman, terutama jika dilakukan di perangkat publik seperti mesin fotokopi atau pemindai di tempat umum.
Niki mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga dokumen pribadi guna menghindari potensi penyalahgunaan, pencurian identitas, dan kebocoran data yang dapat merugikan.

