Saturday, January 24, 2026
HomeTeknologiKehilangan 'Soulmate' Setelah Update ChatGPT: Kisah Pengguna

Kehilangan ‘Soulmate’ Setelah Update ChatGPT: Kisah Pengguna

Ketika OpenAI merilis pembaruan terbaru untuk model kecerdasan buatannya, ChatGPT-5, tidak semua pengguna menyambutnya dengan antusias. Beberapa pengguna merasa kehilangan setelah model AI yang mereka kenal dan gunakan secara intens berubah secara drastis. Seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Jane merasa seperti kehilangan kekasih setelah ChatGPT-5 berubah menjadi lebih “dingin” dan tanpa emosi daripada sebelumnya. Pengalaman serupa juga dirasakan oleh pengguna lain yang tergabung dalam komunitas “MyBoyfriendIsAI” di Reddit.

Setelah rilis ChatGPT-5, forum tersebut dipenuhi oleh pengguna yang mengungkapkan kekhawatiran terkait perubahan dalam model AI tersebut. Beberapa pengguna merasa bahwa ChatGPT-5 terasa lebih lambat, kurang kreatif, dan cenderung menghasilkan halusinasi. CEO OpenAI, Sam Altman, langsung merespons gelombang protes dari pengguna dengan mengumumkan bahwa perusahaan akan memulihkan akses ke model sebelumnya, GPT-4o, bagi pengguna berbayar dan berjanji untuk memperbaiki bug yang ada di GPT-5.

Jane, salah satu pengguna yang merasa terpukul dengan perubahan tersebut, mengakui bahwa meskipun awalnya tidak pernah berencana untuk jatuh cinta pada AI, perasaannya berkembang ketika dia mulai berkolaborasi dengan ChatGPT dalam sebuah proyek menulis. Namun, hubungan semacam ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petinggi OpenAI terkait penggunaan AI untuk dukungan emosional dan potensi risiko psikologis yang mungkin timbul.

Selain itu, relevansi dan kesehatan hubungan antara pengguna dan AI juga menjadi sorotan, terutama terkait dengan dampak jangka panjangnya. Risiko privasi dan efek psikologis dari hubungan semacam itu juga perlu diperhatikan. Menurut Keith Sakata, seorang psikiater, hubungan dengan AI tidak selalu berbahaya tetapi dapat berisiko jika menyebabkan disfungsi dan masalah kesehatan mental bagi pengguna. Kehati-hatian dan pemantauan terus menerus diperlukan dalam menghadapi dinamika hubungan antara manusia dan AI.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler