Saturday, July 11, 2026
HomeOtomotifMercedes CEO Worried About European Auto Industry Collapse

Mercedes CEO Worried About European Auto Industry Collapse

Beberapa tahun lalu, Mercedes berencana untuk beralih ke kendaraan listrik di Eropa. Namun, pada tahun 2021, proyeksi mereka telah berubah drastis. Mereka tidak hanya membatalkan rencana ambisius mereka, tetapi juga meramalkan bahwa tanpa kendaraan dengan mesin pembakaran internal, industri otomotif lokal akan mengalami tekanan yang besar di masa depan.

Dalam wawancara dengan surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt, CEO Mercedes, Ola Källenius, menyatakan keprihatinannya mengenai larangan penjualan mobil bermesin pembakaran baru di Uni Eropa. Ini berpotensi membuat industri otomotif Eropa ambruk pada tahun 2035, menurutnya. Källenius menekankan perlunya penyeimbangan antara dekarbonisasi dan stabilitas ekonomi.

Källenius, yang juga menjabat sebagai presiden Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), memperingatkan bahwa larangan tersebut dapat memicu kepanikan pembelian mobil berbahan bakar bensin dan diesel sebelum batas waktu, yang bukanlah solusi jangka panjang untuk masalah iklim. Saat ini, pangsa pasar kendaraan listrik di Eropa masih jauh dari target 100 persen yang diinginkan oleh Uni Eropa.

Data dari ACEA menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun ini, hanya 17,5% dari total penjualan mobil di Uni Eropa, Inggris, serta Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss adalah mobil listrik. Sementara hibrida plug-in hanya menyumbang 8,7% dari total pengiriman. Meskipun larangan sepenuhnya belum ditetapkan, Komisi Eropa telah menegaskan komitmennya terhadap emisi nol untuk mobil baru yang dijual mulai pertengahan dekade berikutnya.

Mercedes memiliki alasan kuat untuk merisaukan dampaknya pada bisnis mereka. Penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid hanya menyumbang sebagian kecil dari total pengiriman global mereka. Namun, dengan oposisi yang kuat terhadap larangan tersebut, harapan masih ada agar regulasi tersebut dapat direvisi untuk memungkinkan kelanjutan kendaraan hibrida di Eropa setelah tahun 2034.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler