Monday, July 13, 2026
HomeprabowoTwo Paskibraka Members from Papua Ready to Make Country Proud

Two Paskibraka Members from Papua Ready to Make Country Proud

Partisipasi Dua Pelajar Papua dalam Paskibraka di Istana Merdeka

Dua siswa SMA dari Papua mengekspresikan kebanggaan dan kegembiraan atas partisipasi mereka dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pasukan pengibar bendera nasional elit, di Istana Merdeka di Jakarta bersama Presiden Prabowo Subianto.

Mereka adalah Franciscus Sakfiris Pahabolisage, mewakili Provinsi Papua Pegunungan dan siswa di SMA Negeri 1 Wamena, serta Stincek Laramiapa, mewakili Provinsi Papua Tengah dari SMA Negeri 1 Nabire.

Franciscus mengungkapkan kebahagiaannya karena sebelumnya dia hanya bisa melihat acara ini di TV atau di ponselnya. Sekarang dia bisa melihatnya langsung di depan matanya. Dia merasa sangat bersyukur atas kesempatan ini.

“Saya senang karena sebelumnya saya hanya bisa melihat ini di TV atau di ponsel saya. Sekarang saya bisa melihat semuanya tepat di depan saya. Saya benar-benar bersyukur atas kesempatan ini,” kata Franciscus di Jakarta pada hari Kamis (14 Agustus).

Dia menyebut proses seleksi yang keras dimulai dari tingkat kabupaten, dilanjutkan ke tahap provinsi, dan mencapai tahap nasional. Salah satu tantangan terbesarnya adalah pelatihan fisik—sesuatu yang tidak biasa baginya.

“Sebelumnya saya tidak pernah melakukan lari rutin, push-up, atau sit-up, jadi ketika saya mengikuti tes, saya terkejut. Berlari di lapangan yang begitu besar itu sulit—tubuh saya benar-benar harus menyesuaikan diri,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, Stincek berbagi komitmennya untuk memberikan penampilan terbaiknya di hadapan Presiden dan bangsa.

“Pesan saya kepada Presiden adalah bahwa saya akan melakukan yang terbaik untuk mengibarkan bendera nasional dengan hasil terbaik yang mungkin pada hari besar itu, dan saya akan membuat negara kita bangga,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa dia pernah meragukan dirinya bisa mencapai tingkat nasional, tetapi sekarang dia sangat senang menjadi bagian dari tim Paskibraka dan telah bertemu dengan teman-teman dari semua 38 provinsi selama pelatihan.

“Pada awalnya, kami tidak saling kenal. Tetapi seiring berjalannya pelatihan, kami belajar bagaimana bekerja sama—bagaimana menjadi sinkron, apa yang tidak boleh dilakukan, dan bagaimana mendukung satu sama lain. Anda harus fokus pada diri sendiri, tetapi juga pada tim. Kami harus saling memahami, tetap bersatu, dan membangun rasa kebersamaan yang kuat,” jelasnya.

Stincek juga mengaku merasa gugup tentang tampil di tanggal 17 Agustus, tetapi mengatakan bahwa kegembiraan dan kebahagiaan lebih kuat daripada kegugupannya.

“Tentu saja saya gugup untuk bertemu Presiden secara langsung. Tetapi ini juga merupakan kebahagiaan besar bagi kita semua, mengetahui bahwa kita mendapatkan momen ini melalui upaya kita sendiri,” ujarnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler