Friday, March 13, 2026
HomeprabowoPrabowo's Efforts: Eliminating State Budget Deficit

Prabowo’s Efforts: Eliminating State Budget Deficit

Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen untuk mengarahkan anggaran negara Indonesia (APBN) menuju posisi nol defisit, menguraikan komitmennya selama pidatonya tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Kompleks Parlemen di Senayan pada Jumat (15 Agustus). Dalam anggaran kerja 2026, pemerintah telah menetapkan pengeluaran negara sebesar Rp 3.786,5 triliun, dengan pendapatan yang diproyeksikan sebesar Rp 3.147,7 triliun. Defisit fiskal ditargetkan sebesar Rp 638,8 triliun, setara dengan 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang dibiayai melalui cara yang hati-hati, inovatif, dan berkelanjutan. Prabowo menyatakan, “Pemerintahan saya berjanji di hadapan rapat ini bahwa kami akan terus melaksanakan langkah-langkah efisiensi untuk mengurangi defisit sebanyak mungkin. Harapan saya, ambisi saya, suatu hari nanti—mungkin pada tahun 2027 atau 2028—saya dapat berdiri di hadapan ruangan ini dan mengumumkan bahwa kita telah mencapai anggaran negara tanpa defisit sama sekali.” Beliau menekankan perlunya keberanian dan ketegasan dalam menghapus kebocoran anggaran, meminta dukungan dari semua kekuatan politik di Indonesia. “Kita harus berani, kita harus bertekad untuk menghilangkan semua bentuk kebocoran. Untuk itu, saya meminta dukungan dari semua kekuatan politik di negara ini,” ucapnya. Presiden menekankan bahwa pemerintah akan meningkatkan pendanaan kreatif dan inovatif agar pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada APBN. Anggaran, tambahnya, harus dirancang untuk tetap fleksibel dalam meredakan guncangan global, sambil tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas pengeluaran, dan inovasi pembiayaan. Pendapatan pajak akan ditingkatkan sambil menjaga iklim investasi dan ketahanan bisnis. Insentif fiskal, sementara itu, akan ditargetkan dan dikalibrasi secara hati-hati untuk mendukung kegiatan ekonomi strategis. “Kita akan memperkuat pengelolaan sumber daya alam kita untuk memastikan bahwa mereka dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemakmuran rakyat. Setiap aset negara harus dikelola secara efisien dan produktif untuk menghasilkan nilai tambah dan memberikan kontribusi positif pada kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler