Sunday, July 19, 2026
HomeprabowoPrabowo's 2026 Education Budget: Record Rp 757.8 Trillion Allocation

Prabowo’s 2026 Education Budget: Record Rp 757.8 Trillion Allocation

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmen kuat pemerintahannya terhadap pendidikan pemuda bangsa dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2026 di pembukaan sidang paripurna DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (15 Agustus). Prabowo mengumumkan bahwa anggaran negara 2026—rencana anggaran pertamanya sejak menjabat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—akan mengalokasikan Rp 757,8 triliun (sekitar USD 47 miliar) untuk pendidikan, angka terbesar dalam sejarah bangsa ini.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif secara global. Ini juga kunci dalam memberantas kemiskinan. Pemerintah akan menjalankan mandat konstitusi untuk mengalokasikan 20% dari anggaran negara untuk pendidikan—sekitar Rp 757,8 triliun pada 2026, terbesar dalam sejarah Republik,” ujar Prabowo.

Ia menekankan pentingnya memastikan dana pendidikan digunakan secara efektif, dengan prioritas meliputi peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru, memperkuat pelatihan vokasional, dan menyelaraskan kurikulum dengan tuntutan pasar kerja. “Kita harus tetap waspada: pengeluaran pendidikan harus tepat sasaran. Kami akan meningkatkan kualitas guru, memperkuat pendidikan vokasional, dan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan tenaga kerja,” tegasnya.

Memecah alokasi tersebut, Prabowo mencatat bahwa anggaran pendidikan 2026 akan mendanai Program Indonesia Pintar untuk 21,1 juta siswa, beasiswa Kartu Indonesia Pintar untuk 1,2 juta mahasiswa, dan Rp 150,1 triliun untuk peningkatan fasilitas sekolah dan kampus. “Gaji guru dan dosen akan mencapai Rp 178,7 triliun, dengan cukup alokasi untuk tunjangan profesional bagi guru non-PNS dan guru PNS daerah,” jelasnya.

Presiden juga berjanji untuk memperkuat Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu. “Sekolah ini adalah jembatan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan terbaik. Kami akan mendorong LPDP untuk memberikan beasiswa dalam skala yang jauh lebih besar di beberapa universitas terbaik di dunia,” ujarnya.

Pada 2026, pemerintah menargetkan LPDP memberikan beasiswa kepada 4.000 mahasiswa. “Pada 2026, LPDP diharapkan memberikan beasiswa kepada 4.000 mahasiswa—semua bagian dari misi kami untuk membentuk generasi yang cerdas, inovatif, produktif, dan siap bersaing di panggung global,” tutur Prabowo.

Ia mengakhiri sambutannya dengan menekankan urgensi meningkatkan kemampuan Indonesia di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). “Kita harus mengejar di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika,” pungkasnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler