Pada puncak peringatan hari ulang tahun ke-18 Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Ketua Umum Iwan Dwi Laksono menekankan bahwa perempuan bukan hanya sekadar pelengkap dalam pembangunan bangsa, tetapi sebenarnya merupakan penggerak utama dalam kemajuan negara. Meskipun peran perempuan Indonesia telah diakui sejak zaman Kartini dan Cut Nyak Dien hingga tokoh-tokoh perempuan masa kini, namun realitas saat ini menunjukkan bahwa perempuan masih dihadapkan pada tantangan struktural, kultural, dan institusional yang signifikan. Menurut Iwan, partisipasi politik perempuan di Indonesia masih rendah, dan masih terjebak di peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN dalam hal representasi politik perempuan.
Untuk mengatasi hal ini, JAMAN berkomitmen untuk mendorong pendidikan politik yang inklusif bagi perempuan, mengembangkan kaderisasi kepemimpinan perempuan, serta menciptakan kebijakan afirmatif yang berkelanjutan. Acara peringatan HUT ke-18 JAMAN diwarnai oleh beragam agenda spesial seperti talk show, peluncuran JAMAN Perempuan Indonesia (JAPRI), dan hiburan kesenian dari para kader JAMAN. Talk show yang mempertunjukkan Peran Sosial Politik Perempuan dalam Kemandirian Nasional turut menghadirkan tokoh-tokoh perempuan seperti Lilik HS dan Mike Verawati.
Melalui acara tersebut, Iwan menegaskan bahwa dalam menghadapi kompleksitas globalisasi dan disrupsi teknologi, JAMAN perlu merumuskan arah baru perjuangan untuk mewujudkan kemandirian nasional. Strategi yang diusung oleh JAMAN termasuk penguatan ekonomi lokal, transformasi digital, kedaulatan energi dan pangan melalui berbagai inisiatif seperti hilirisasi sumber daya alam, reformasi politik partisipatif, dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, Iwan juga menekankan bahwa pemimpin dari tingkat presiden hingga walikota memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memajukan kemandirian dan kedaulatan nasional demi terciptanya keadilan sosial dan kemakmuran bagi rakyat.

