PT Vale Indonesia Tbk telah mengubah pandangan industri tambang melalui proyek revolusioner Sorowako Limonite Ore. Sorlim senilai US$1,86 miliar atau sekitar Rp29,25 triliun. Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari material yang sebelumnya dibuang, seperti limonite dengan kandungan nikel di bawah 1,5%. Teknologi canggih High Pressure Acid Leaching (HPAL) digunakan untuk mengubah material ini menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang esensial untuk industri baterai kendaraan listrik.
Suharpiyu Wijaya, Head of Sorowako Limonite Project, mengungkapkan kesempatan belajar dari proyek ini, terutama karena proyek ini jauh lebih kompleks daripada pengalaman pabriknya selama 19 tahun. Proyek Sorlim melibatkan teknologi dari mitra perusahaan untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Dengan komitmen lingkungan yang kuat, proyek ini juga mendukung rencana pencapaian netralitas karbon pada 2050.
PT Vale juga terlibat dalam membangun keberlanjutan lingkungan dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan melaksanakan program lingkungan seperti restorasi mangrove dan transplantasi terumbu karang. Proyek Sorlim berfokus pada pengolahan bijih nikel limonit di Indonesia, yang memiliki potensi besar namun belum dioptimalkan sepenuhnya. Diharapkan proyek ini akan membawa Indonesia menjadi pemimpin dalam industri pengolahan mineral berkelanjutan.

