Saturday, September 12, 2026
HomeTravelCerita Ekspatriat Indonesia: Pengalaman Hidup di Dubai

Cerita Ekspatriat Indonesia: Pengalaman Hidup di Dubai

Dubai semakin populer di kalangan orang Indonesia untuk mencari peluang profesional. Kota ini telah menjadi rumah kedua di mana karier mereka berkembang, persabatan terjalin, dan cita rasa ala kampung halaman selalu terasa dekat. Para ekspatriat Indonesia memiliki cara tersendiri untuk menjadikan Dubai lebih dari sekadar tempat tinggal.

Beberapa ekspatriat itu adalah Angela Monalisa (Nana), seorang manajer komersial di perusahaan multinasional; Aisyah Salsabila (Aisyah), pemandu wisata berlisensi; dan Nafil Ilham (Nafil), pegawai magang di bidang perhotelan. Ketiganya menceritakan kisah yang membawa mereka ke Dubai, rutinitas harian, dan alasan menganggap kota ini sebagai rumah kedua.

Kebiasaan dan makanan khas menjadi pengobat rindu saat jauh dari rumah. Mereka bertiga sepakat, cita rasa Indonesia selalu mudah ditemukan di Dubai. Mulai dari keberadaan restoran lokal, seperti Dapoer Kita dan Betawi Restaurant serta toko bahan makanan Asia yang lengkap menyediakan beragam bumbu. Bagi Nana, seorang manajer yang baru pindah ke Dubai enam bulan lalu, makanan adalah cara untuk tetap dekat dengan teman-teman. Dia kerap berkumpul untuk makan malam bersama teman-teman Indonesia.

Keberadaan komunitas Indonesia memegang peranan penting dalam membuat Dubai terasa seperti rumah. Bisanya Nafil bertemu sesama orang Indonesia ketika di masjid atau saat acara komunitas, bahkan di tempat kerjanya. Selain dalam lingkup komunitas, para ekspatriat ini juga merasa disambut hangat oleh keberagaman penduduk Dubai dan budaya lokalnya.

Para ekspatriat ini memiliki cara masing-masing untuk rehat dari aktivitas selama akhir pekan. Aisyah dan teman-temannya mengikuti kegiatan olahraga unik, seperti Mallathon, sebuah inisiatif yang mengubah pusat perbelanjaan ber-AC menjadi lintasan lari saat musim panas. Infrastruktur modern Dubai memastikan para penduduk dapat bergerak dengan mudah. Aisyah mengatakan transportasi publik di sini sangat memadai.

Salah satu nilai utama dari Dubai adalah tingkat keamanannya. Ini yang menjadi alasan Nafil merasa nyaman tinggal di sini. Dubai bukan hanya sekadar tempat bekerja bagi mereka, tapi seperti rumah kedua. “Rasa aman, kemudahan transportasi, dan komunitas membuat saya merasa seperti di rumah sendiri,” kata Nafil. Aisyah menambahkan kombinasi antara keamanan, kesempatan, dan komunitas yang menyenangkan membuat dirinya selalu bersemangat menantikan hal-hal berikutnya. Sementara Nana menyimpulkan menjadi bagian dari komunitas Indonesia yang begitu hidup di sini memberi saya semangat. “Selalu ada hal baru untuk ditemukan, dan itulah yang membuat Dubai menjadi rumah kedua saya,” katanya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler