Pada Kamis (22/8) malam, jet tempur F/A-18D Hornet milik Angkatan Udara Malaysia mengalami insiden saat lepas landas dari Pangkalan Udara Kuantan. Pesawat buatan Amerika Serikat itu terbakar dan jatuh di area landasan. Dalam peristiwa tersebut, dua awak pesawat berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar. Mereka adalah seorang pilot berusia 34 tahun dan perwira sistem senjata berusia 28 tahun yang sempat dirawat di rumah sakit militer sebelum dipulangkan. Kronologi kejadian ini terjadi pada pukul 21.05 waktu setempat ketika jet tersebut sedang menjalani latihan rutin.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat jet Malaysia tersebut memercikkan cahaya terang sebelum terbakar di ujung landasan. Foto-foto resmi juga menunjukkan serpihan pesawat berserakan di sekitar area pangkalan udara, sekitar 180 kilometer dari Kuala Lumpur. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran pesawat masih belum diketahui dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Jet F/A-18D Hornet telah digunakan oleh Angkatan Udara Malaysia sejak tahun 1997 dan insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan keluarga jet Hornet di berbagai negara. Meskipun Malaysia memiliki sejarah insiden serupa pada tahun 2019, Angkatan Laut AS juga kerap mengalami masalah dengan varian Super Hornet. Sehari sebelum insiden di Kuantan, sebuah F/A-18 Super Hornet milik AS jatuh ke laut di Virginia selama latihan, meskipun pilotnya selamat. Beberapa kasus lain bahkan termasuk kecelakaan di kapal induk dan insiden salah tembak yang menewaskan Super Hornet di Laut Merah.

