Dieng Culture Festival (DCF) pada tahun 2025 telah resmi dibuka di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satu acara utama yang dinanti dalam festival ini adalah prosesi ruwatan yang melibatkan anak-anak berambut gimbal. Tujuan dari ruwatan ini adalah untuk membersihkan dari kesialan dan malapetaka menurut kepercayaan masyarakat Dieng. Delapan anak dipilih untuk menjadi peserta dalam ritual ini setelah melalui proses asesmen dan ditetapkan oleh para pemangku adat. Mereka berasal tidak hanya dari sekitar Dieng, tetapi juga dari daerah lain seperti Batang, Yogyakarta, dan Jakarta.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia DCF tahun ini tidak menjual tiket masuk area secara umum, melainkan paket suvenir yang berisi berbagai item unik. Pengunjung yang membeli paket suvenir ini bisa menikmati berbagai pertunjukan seni tradisi, budaya, dan lainnya. Selain itu, ada juga area pertunjukan yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat. Agenda Dieng Culture Festival tahun 2025 mengusung tema “Back to Culture” dan diawali dengan aksi Dieng Bersih yang bertujuan sebagai bentuk edukasi dalam merawat lingkungan.
Hari pertama acara DCF XV diisi dengan berbagai kegiatan seperti Kongkow Budaya, pergelaran seni tradisi, dan orkestra “Dieng Symphony”. Pada malam harinya, acara diakhiri dengan penerbangan lampion. Sementara itu, hari kedua merupakan puncak acara DCF XV dengan berbagai kegiatan mulai dari Ruwatan Anak Berambut Gimbal hingga Kirab Budaya Nusantara.
Selain acara seni dan budaya, DCF XV juga menyelenggarakan pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan tujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Pameran UMKM ini dikelola oleh berbagai pihak seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banjarnegara, Karang Taruna, serta Pokdarwis Dieng Pandawa. Meskipun tahun ini DCF tidak menyelenggarakan Jazz Atas Awan, antusiasme masyarakat terhadap acara tetap tinggi. Keseluruhan acara DCF XV tahun ini berhasil mensejahterakan masyarakat Dieng melalui beragam kegiatan budaya, seni, dan ekonomi lokal.

