Generasi Z yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an cenderung lebih memilih chatting daripada melakukan panggilan telepon. Hal ini tercermin dalam aktivitas komunikasi sehari-hari, baik untuk keperluan pribadi, pekerjaan, maupun interaksi sosial di berbagai platform digital.
Beberapa survei dan kajian terbaru mengungkapkan beberapa alasan mendasar di balik preferensi tersebut. Faktor-faktor seperti efisiensi waktu, kenyamanan dalam menyampaikan pesan, dan keinginan untuk menjaga privasi menjadi pertimbangan utama yang membuat chatting lebih diminati daripada berbicara langsung melalui telepon.
Generasi Z tumbuh di era digital dimana pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, dan Instagram DM menjadi sarana komunikasi utama. Melalui platform teks, mereka dapat dengan nyaman menyusun pesan, mengedit, menyelipkan emoji, dan menghindari kesalahan, yang tidak mungkin dilakukan saat berbicara langsung melalui telepon.
Telepon sering kali memicu kecemasan dan ketidaknyamanan pada Generasi Z, mulai dari takut salah ucap, merasa canggung dengan jeda hening, hingga khawatir mengganggu. Makanya, mereka cenderung merasa lebih nyaman dengan chatting yang memberi mereka waktu menata kata-kata tanpa tekanan respons langsung seperti saat menerima telepon.
Selain itu, bunyi dering telepon sering dianggap mengganggu aktivitas multitasking Generasi Z. Mereka lebih suka komunikasi yang memberikan fleksibilitas dalam balas pesan, sesuai waktu dan kenyamanan mereka. Survei menunjukkan sekitar 70 persen Generasi Z jarang atau enggan mengangkat telepon.
Pesan teks oleh Generasi Z dianggap lebih santai, mudah, dan tidak berbelit-belit. Chat memungkinkan mereka mengekspresikan diri melalui emoji, GIF, atau meme dengan lebih leluasa.
Meskipun chatting mempermudah komunikasi, terdapat kekurangan jika dibandingkan dengan komunikasi verbal langsung. Dalam situasi obrolan emosional atau kompleks, telepon atau pertemuan langsung dianggap lebih direkomendasikan.
Tips untuk menyesuaikan gaya komunikasi antara lain: gunakan chat untuk hal-hal ringan atau logistik, pilih telepon untuk kejelasan emosional atau sensitif, dan tulis konteks sebelum menelepon agar penerima tidak terkejut.
Menghargai preferensi Generasi Z dalam berkomunikasi adalah cara untuk menghargai kenyamanan mereka dalam berinteraksi. Fenomena ini bukan sekadar tanda ketidaksopanan atau apatis, melainkan bentuk adaptasi dan kehati-hatian dalam berkomunikasi.

