Tuesday, April 21, 2026
HomeTravelOkupansi Hotel Yogyakarta Melesat saat Libur Maulid

Okupansi Hotel Yogyakarta Melesat saat Libur Maulid

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat tren kenaikan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta selama masa libur akhir pekan Maulid Nabi yang tinggi meski sempat dilanda rentetan demonstrasi. Hal ini terlihat dari tingkat hunian hotel atau okupansi di masa tersebut. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan bahwa rata-rata okupansi hotel mulai 3 hingga 6 September 2025 mencapai di atas 50 persen. Bahkan, untuk hotel-hotel di ring 1 Malioboro atau wilayah tengah perkotaan, okupansinya mencapai di atas 70 persen.

Kondisi ini di luar ekspektasi pelaku perhotelan yang semula hanya memperkirakan okupansi hanya mentok di kisaran 40 persen setelah unjuk rasa. Menurut Deddy, situasi ini mengindikasikan bahwa wisatawan masih merasa aman berkunjung ke Yogyakarta meskipun sempat marak demonstrasi.

Faktor keamanan juga turut berperan dalam menyokong kondisi kondusif di Yogyakarta. Selain event perayaan yang tetap dilaksanakan, situasi aman dan kondusif di Yogyakarta juga dipengaruhi oleh langkah-langkah keamanan yang intensif serta kampanye yang dilakukan oleh para pelaku wisata dan perhotelan.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, menegaskan bahwa faktor keamanan merupakan hal yang vital dalam mempengaruhi kunjungan wisatawan. Pengelolaan keamanan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berlibur dan menjelajahi destinasi wisata tertentu.

Selain itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, juga mencatat adanya lonjakan volume penumpang kereta api pada periode libur panjang akhir pekan awal September 2025. Total penumpang yang naik di wilayah Daop 6 Yogyakarta mencapai 219.400 penumpang, menunjukkan animo masyarakat yang tinggi dalam menggunakan kereta api selama momen long weekend ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler