Aksi protes yang dilakukan oleh kelompok gen Z di Nepal telah menyebabkan kekacauan yang berujung pada kerusuhan. Minimal 22 orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka akibat bentrokan antara demonstran dan polisi di Kathmandu. Bagaimana dampak situasi ini terhadap perjalanan ke Nepal? Kerusuhan ini mengakibatkan pembatalan penerbangan masuk dan keluar dari Kathmandu, ibu kota Nepal. Bandara Internasional Tribhuvan (TIA) bahkan sempat ditutup karena demonstrasi yang semakin meningkat di kota tersebut. Meskipun demikian, bandara telah dibuka kembali setelah beroperasi selama dua hari ditutup. Pertemuan komite keamanan di bandara telah memutuskan bahwa semua penerbangan domestik dan internasional diizinkan untuk beroperasi kembali. Penumpang diimbau untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan mereka. Kathmandu dikenal sebagai destinasi liburan yang populer dengan kuil-kuil kuno, pasar yang ramai, dan situs Warisan Dunia UNESCO seperti Alun-alun Kathmandu Durbar. Situs ini juga menjadi titik keberangkatan bagi wisatawan yang ingin mendaki Gunung Everest di Pegunungan Himalaya. Sejumlah negara, termasuk India, Singapura, dan Inggris, telah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya yang ingin berkunjung ke Nepal. Mereka menyarankan agar para wisatawan berhati-hati dan mengikuti perkembangan situasi terkini sebelum melakukan perjalanan ke Nepal. Penutupan bandara dan penerbangan yang terganggu juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum merencanakan perjalanan ke Nepal. Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai penerbangan, hotel, dan operator tur sebelum melakukan perjalanan.

