BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi 2,5 – 4 meter di perairan selatan Yogyakarta mulai akhir pekan hingga awal pekan depan. Peringatan tersebut dikeluarkan karena adanya bibit siklon 93S di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang dapat menyebabkan peningkatan gelombang laut. Kondisi ini juga dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang di wilayah tersebut. Perairan selatan Yogyakarta, termasuk Kabupaten Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul, berpotensi terkena gelombang tinggi tersebut. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, juga mengingatkan agar nelayan di wilayah tersebut berhati-hati, karena gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Di sisi lain, masyarakat yang berencana mengunjungi lereng Gunung Merapi di Yogyakarta juga diimbau untuk berhati-hati. Meskipun tidak ada penambahan aliran lava dalam seminggu terakhir, Gunung Merapi tetap aktif dengan 84 kali guguran lava ke berbagai arah. Kali Boyong, Bebeng, Krasak, dan Sat merupakan beberapa daerah yang berpotensi terkena luncuran lava. Agar tetap aman, disarankan untuk menghindari zona rawan bahaya yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk keselamatan pengunjung dan warga sekitar Gunung Merapi.

