Monday, December 8, 2025
HomeTravelBahaya Penjualan Tiket Palsu Candi Borobudur Online

Bahaya Penjualan Tiket Palsu Candi Borobudur Online

Wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan candi seperti Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko harus berhati-hati ketika membeli tiket masuk destinasi tersebut secara online. Hal ini disebabkan oleh adanya penjualan tiket palsu melalui situs tak resmi yang baru-baru ini terdeteksi oleh pihak pengelola destinasi tersebut. Penjualan tiket palsu ini dapat merugikan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Situs yang menjual tiket palsu tersebut telah menipu wisatawan mancanegara yang telah membeli tiket melalui website dengan nama yang mirip dengan destinasi candi tersebut namun ternyata hanya berisi spam. Pembelian tiket palsu ini terdeteksi karena tidak tercatat dalam sistem transaksi perusahaan sehingga diyakini sebagai tindakan penipuan.

Pihak pengelola, seperti InJourney Destination Management yang mengelola candi Prambanan-Borobudur di Yogyakarta, telah melaporkan situs tak resmi tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika serta aparat penegak hukum untuk tindak lanjut. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi wisatawan dari kerugian finansial serta melindungi nama baik destinasi tersebut.

Diantara kanal resmi yang digunakan untuk pembelian tiket candi Borobudur, candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah melalui website resmi perusahaan seperti ticket.injourneydestination.id dan tiket.tamanmini.com/id/. Wisatawan diingatkan untuk waspada dan melakukan cross-check sebelum membeli tiket, serta tidak mudah percaya pada situs mencurigakan yang menyerupai situs resmi.

Harga tiket resmi untuk wisatawan asing yang ingin naik candi Borobudur adalah Rp 455 ribu, sedangkan untuk masuk tanpa naik candi Rp 400 ribu. Untuk wisatawan domestik, harga tiket termasuk naik candi adalah Rp 120 ribu, sedangkan tiket tanpa naik candi Rp 50 ribu. Kampanye literasi digital wisata telah ditingkatkan oleh pengelola untuk mengedukasi pengunjung mengenai kanal resmi pembelian tiket destinasi dan juga memasang peringatan resmi melalui berbagai media.

Destantiana menambahkan beberapa tips bagi wisatawan agar dapat membeli tiket secara aman, antara lain melakukan pengecekan kanal informasi sebelum melakukan transaksi, menggunakan kanal resmi yang dikelola oleh perusahaan pengelola, dan melaporkan jika menemukan indikasi penipuan atau website palsu yang mencatut nama destinasi tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kepercayaan wisatawan dari praktik digital yang merugikan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler