Friday, September 11, 2026
HomeTravelTurbulensi Delta Air Lines: Tiga Penumpang Terluka

Turbulensi Delta Air Lines: Tiga Penumpang Terluka

Pada tanggal 14 September 2025, penerbangan Delta Air Lines dari Quito, Ekuador, menuju ke Atlanta mengalami turbulensi yang mengakibatkan tiga pramugari mengalami luka ringan. Pesawat Boeing 767 yang digunakan, penerbangan Delta 632, berangkat dari Bandara Internasional Mariscal Sucre Quito pada pukul 23.15 dan tiba di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta pada pukul 05.20 pada 15 September 2025. Pesawat tersebut membawa tujuh awak kabin dan 206 penumpang. Delta Air Lines menyatakan bahwa pesawat mengalami turbulensi sedang selama penerbangan, namun pramugari yang terluka tetap dapat melanjutkan tugasnya setelah pendaratan di Atlanta. Setelah mendarat, semua awak kabin yang terluka diperiksa oleh petugas medis, namun tidak ada laporan tentang penumpang yang mengalami cedera.

Sebelumnya, penerbangan Delta Air Lines dari Salt Lake City ke Amsterdam juga mengalami turbulensi parah pada 30 Juli 2025. Pesawat Airbus A330-941 mengalami turbulensi saat berada di ketinggian 37 ribu kaki di dekat Creston, Wyoming. Pesawat tersebut terpaksa mendarat di Bandara Internasional Minneapolis-Saint Paul, dimana 24 dari 246 penumpang diperiksa oleh petugas medis. Dari 10 awak kabin, 2 orang mengalami luka berat, 5 mengalami luka ringan, dan 3 tidak mengalami luka. Pesawat juga mengalami kerusakan ringan pada komponen interior.

Turbulensi adalah pergerakan udara normal yang dapat mempengaruhi pesawat, merupakan peristiwa yang sering terjadi saat dalam penerbangan. Berdasarkan penelitian, turbulensi semakin sering terjadi dan diprediksi akan semakin sering terjadi di masa depan, terutama jenis turbulensi udara bersih (CAT) yang sangat berbahaya. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim, dimana udara yang lebih hangat akibat emisi karbon dioksida meningkatkan geseran angin pada aliran jet, yang memperkuat turbulensi udara bersih secara global. Professor Paul William, seorang ilmuwan atmosfer dari University of Reading, menyatakan bahwa turbulensi semakin sering dan parah, dengan turbulensi udara bersih yang sulit diprediksi dan dihindari, 41 persen lebih sering terjadi saat ini dibandingkan tahun 1979.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler