Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS. Konferensi tersebut merupakan bagian dari Sidang Umum PBB ke-80 dan diprakarsai bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menjadi kelima dalam urutan kepala negara yang memberikan pernyataan. Konferensi bertujuan untuk mendukung solusi dua negara untuk penyelesaian damai masalah Palestina.
Sebanyak 33 negara dan organisasi internasional diundang untuk memberikan pandangan, dengan fokus pada negara-negara core group. Konferensi dibuka dengan pidato dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-80 Annalena Baerbock, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyampaikan pidato melalui video. Beberapa momen menarik termasuk ketika mikrofon Presiden Prabowo mati karena batas waktu yang ditetapkan.
Selain itu, Prancis secara resmi mengakui negara Palestina dalam pertemuan tersebut, bergabung dengan banyak negara lain yang telah melakukannya sebelumnya. Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya solusi dua negara dan keterlibatan seluruh bangsa untuk menjaga perdamaian antara Israel dan Palestina. Pidato resmi juga disampaikan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui konferensi video, di mana dia menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan dan keamanan di Gaza serta rencana pemilihan presiden dan parlemen dalam waktu dekat.
Artikel ini merangkum beberapa momen menarik selama Konferensi Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar PBB, memberikan wawasan tentang upaya internasional dalam memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah.

