Saturday, June 6, 2026
HomeGaya HidupPenyebab & Gejala Demensia Pada Usia Muda

Penyebab & Gejala Demensia Pada Usia Muda

Demensia, atau yang populer dikenal dengan sebutan pikun, adalah suatu kondisi umum yang sering dialami oleh kaum lanjut usia, terutama mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Meskipun demensia sering dianggap sebagai bagian dari proses alami penuaan, namun kenyataannya kondisi ini tidak hanya terbatas pada lansia. Demensia juga bisa dialami oleh individu yang masih muda, bahkan dalam beberapa kasus, dapat menyerang anak-anak.

Demensia yang muncul sebelum usia 60 tahun dikenal dengan istilah Young Onset Dementia (YOD) atau Early Onset Dementia (EOD). Kondisi ini biasanya mulai terlihat sejak usia 20-an, dan dalam kasus yang lebih jarang, mungkin terjadi pada usia yang lebih muda.

Demensia, atau pikun, adalah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan fungsi otak yang dapat memengaruhi berbagai aspek seperti kemampuan berbahasa, ingatan, proses berpikir, hingga aktivitas sehari-hari. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan pada sel-sel otak yang membuatnya mulai terganggu, merusak, bahkan kemudian dapat mati seiring berjalannya waktu.

Dengan sifatnya yang progresif, gejala demensia cenderung semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, orang lanjut usia (lansia) lebih rentan terkena kondisi ini. Seiring bertambahnya usia seseorang, risiko terkena demensia juga semakin tinggi.

Beberapa faktor risiko terkenanya demensia di usia muda meliputi penyakit alzheimer karena faktor genetik, down syndrome, penyakit diabetes dan penyakit kardiovaskular, faktor genetik kerusakan otak, hingga penumpukan protein Lewy di otak yang menyebabkan Lewy Body Dementia (LBD) dan kondisi lainnya.

Gejala demensia pada usia muda tidak selalu mirip dengan gejala pada lansia. Karena demensia menyerang otak yang masih aktif, gejalanya dapat bervariasi dari penurunan memori jangka pendek, kesulitan dengan bahasa, hingga masalah gerakan dan tidur.

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, upaya pencegahan seperti berolahraga rutin, pola makan sehat, menghindari kebiasaan buruk, menjaga otak tetap aktif, menerapkan pola hidup sehat, dan tidur cukup dapat membantu mengurangi risiko terkena demensia, terutama pada usia muda.

Semua langkah ini penting untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh sehingga risiko terkena demensia dapat diminimalkan. Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dan deteksi dini, dapat membantu mencegah atau mengurangi risiko demensia terjadi pada usia muda.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler