Monday, December 15, 2025
HomeBeritaIni Dia Peran Budaya dan Pendidikan dalam Meningkatkan Posisi Indonesia di Dunia

Ini Dia Peran Budaya dan Pendidikan dalam Meningkatkan Posisi Indonesia di Dunia

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas, menekankan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai soft power yang dapat memperkuat posisi Indonesia secara global. Ibas menyampaikan pandangannya ini saat menghadiri International Relations Anniversary Festival (INTRAFEST) 2025, yang merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis ke-25 Program Studi Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Jakarta.

Sejarah diplomasi Indonesia tumbuh dari semangat kemandirian dan solidaritas dunia ketiga yang diwakili oleh Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. Melalui konferensi tersebut, dunia memahami nilai solidaritas yang kemudian menghasilkan Gerakan Non-Blok dan meningkatkan peran Indonesia dalam advokasi keadilan global.

Ibas menggarisbawahi perkembangan diplomasi Indonesia dari masa ke masa, khususnya pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada masa tersebut, diplomasi Indonesia dikenal dengan pendekatan soft namun substansial, diwujudkan dalam filosofi ‘A Million Friends and Zero Enemy’.

Dalam menyambut tantangan global saat ini, Ibas menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran kunci dalam mempersiapkan diplomasi masa depan. Soft power melalui pendidikan dianggap sebagai sarana yang menghubungkan Indonesia dengan komunitas global.

Program-program pertukaran pelajar, beasiswa, dan kerjasama riset merupakan bentuk investasi dalam mengembangkan kualitas intelektual bangsa. Selain pendidikan, Ibas juga menyoroti pentingnya budaya sebagai sarana memperkuat identitas dan diplomasi nasional.

Melalui keberagaman budaya seperti batik, kuliner, musik, dan film, Indonesia mampu memperkenalkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan toleransi kepada dunia. Ibas juga mengajak generasi muda untuk berperan sebagai duta bangsa dengan cara menyebarkan nilai-nilai positif Indonesia melalui karya serta interaksi digital.

Menurut Ibas, setiap individu, tidak hanya pemerintah, memiliki peran dalam menjalankan diplomasi untuk membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. Diplomasi yang efektif bukanlah tentang dominasi suara, melainkan kejujuran dan saling mendengarkan dalam berinteraksi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler