Monday, December 15, 2025
HomeGaya Hidup5 Tanda Gangguan Kesehatan dari Ngorok Saat Tidur

5 Tanda Gangguan Kesehatan dari Ngorok Saat Tidur

Tidur seharusnya menjadi waktu baik bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, bagi sebagian orang, waktu istirahat justru terganggu karena munculnya suara keras saat tidur yang dikenal dengan istilah ngorok atau mendengkur. Kebiasaan mendengkur sering kali dianggap hal biasa, bahkan tidak jarang dijadikan bahan candaan. Padahal, mendengkur yang terjadi terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan dan risiko penyakit serius yang perlu diwaspadai.

Mendengkur adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara kasar dan berisik saat tidur akibat penyempitan atau terhalangnya saluran pernapasan. Ketika udara berusaha melewati saluran yang menyempit tersebut, timbul getaran yang menghasilkan suara dengkuran dari mulut atau hidung. Kebiasaan ini lebih sering dialami oleh pria dan penderita obesitas. Penumpukan lemak di area leher dapat mempersempit jalur pernapasan dan menimbulkan suara dengkuran. Selain itu, mendengkur juga bisa dipicu oleh kelelahan, sinusitis, kelainan bentuk hidung atau tenggorokan, pembesaran amandel, maupun ukuran lidah yang besar.

Mendengkur juga menjadi salah satu gejala awal dari gangguan sleep apnea, kondisi ketika seseorang berhenti bernapas sesaat ketika tidur dan sering kali terbangun tiba-tiba. Berikut beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul jika kebiasaan mendengkur dibiarkan tanpa penanganan: Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan kondisi serius ketika saluran napas tersumbat saat tidur, menyebabkan seseorang berhenti bernapas selama 10–20 detik. Kondisi ini membuat kadar oksigen dalam tubuh menurun dan dapat mengakibatkan terbangun secara mendadak.

Jika tidak ditangani, OSA bisa memicu komplikasi berbahaya seperti henti jantung mendadak atau kematian. Selain itu, penderita OSA cenderung mengalami tidur yang tidak nyenyak dan mudah mengantuk di siang hari. Kurangnya oksigen akibat mendengkur dan sleep apnea dapat menyebabkan sakit kepala dan gangguan tidur. Kondisi ini mengganggu kualitas istirahat dan membuat tubuh sulit mendapatkan pemulihan optimal.

Mendengkur dengan posisi tidur yang tidak ideal dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Ketika otot di sekitar lambung melemah, makanan dan asam lambung mudah naik ke esofagus. Hal ini pun menyebabkan sensasi panas di dada atau rasa mulas. Kurangnya oksigen dalam darah akibat mendengkur dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi. Dalam jangka panjang, kondisi ini membebani jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti serangan jantung atau gangguan irama jantung (aritmia). Penurunan kadar oksigen akibat gangguan napas saat tidur, dapat menghambat aliran oksigen ke otak. Bila berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa memicu stroke, terutama pada penderita dengan riwayat kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Riset menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami sleep apnea berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, serta gangguan tumbuh kembang janin akibat kurangnya asupan oksigen selama tidur.

Mengingat risiko penyakit yang cukup serius, kebiasaan mendengkur sebaiknya tidak diabaikan. Bisa jadi hal tersebut merupakan sinyal tubuh ada sesuatu yang perlu segera diatasi. Jika Anda sering mendengkur dan merasa tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan penanganan yang tepat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler