Monday, December 8, 2025
HomeTeknologiStudi Menunjukkan 97% Orang Tidak Dapat Membedakan Musik Manusia dan AI

Studi Menunjukkan 97% Orang Tidak Dapat Membedakan Musik Manusia dan AI

Sebuah studi terbaru dari Deezer dan perusahaan riset Ipsos mengungkapkan bahwa 97 persen orang tidak dapat membedakan antara musik asli dan musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Survei ini melibatkan 9.000 responden dari delapan negara yang diminta untuk mendengarkan tiga lagu dan menebak mana yang dihasilkan oleh AI. Hasilnya menunjukkan bahwa 97 persen responden gagal dalam menebak, dan lebih dari separuh peserta merasa tidak nyaman karena tidak bisa membedakan lagu-lagu tersebut. Sebanyak 71 persen juga merasa terkejut dengan temuan ini.

Studi ini mencatat bahwa 55 persen responden tertarik untuk mendengarkan musik yang dihasilkan oleh AI, sementara 66 persen lainnya mengatakan akan mendengarkannya sekali saja karena penasaran. Namun, kepercayaan terhadap AI dalam musik masih rendah, dengan hanya 19 persen responden yang merasa bisa mempercayai musik buatan AI. Banyak yang khawatir bahwa penggunaan AI dalam musik akan menghasilkan karya yang lebih generik dan berkualitas rendah.

CEO Deezer, Alexis Lanternier, menekankan pentingnya mengatasi keraguan terkait dampak penggunaan AI terhadap mata pencaharian para artis. Studi ini juga menyoroti tren penggunaan AI dalam industri musik, di mana 28 persen musik yang diunggah ke Deezer saat ini dihasilkan oleh AI. Namun, penggunaan AI dalam industri musik masih menimbulkan kontroversi, dengan beberapa studi memprediksi bahwa pekerja musik akan kehilangan sekitar 25 persen dari penghasilan mereka dalam empat tahun mendatang akibat teknologi ini.

Langkah-langkah seperti dihapusnya lagu spam dan akun-akun peniru artis oleh Spotify menunjukkan bahwa teknologi AI berkembang pesat, dan perlu ada kebijakan yang lebih ketat dalam mengatur penggunaannya. Sejumlah musisi terkenal seperti Paul McCartney, Kate Bush, dan Elton John menyoroti pentingnya melindungi karya kreatif seniman dari dampak teknologi AI. Hal ini juga mendorong beberapa musisi di Inggris untuk mendesak pemerintah agar mengubah undang-undang hak cipta guna menghadapi kemajuan cepat teknologi ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler