Produsen telepon seluler Samsung telah menjadi sorotan kritis karena aplikasi yang terdapat di ponsel mereka tidak dapat dihapus. Aplikasi bernama AppCloud yang secara diam-diam memanen data pengguna telah menimbulkan kekhawatiran tentang privasi. IronSource, perusahaan yang terlibat dalam pembuatan aplikasi ini, memiliki reputasi yang kontroversial dalam hal menghindari proses validasi pengguna. Meskipun AppCloud sudah terinstall di ponsel seri Galaxy A dan M, pengguna di Eropa dan Asia Selatan juga melaporkan keberadaan aplikasi tersebut.
SMEX, organisasi fokus hak-hak digital, telah bersikap kritis terhadap Samsung terkait isu ini. Meski AppCloud merupakan bagian dari sistem yang tidak bisa dihapus, Samsung belum memberikan respons yang memuaskan atas keprihatinan privasi para pengguna. Terdapat permintaan akses yang mencurigakan dari AppCloud yang menunjukkan potensi untuk mengintai pengguna. Meskipun bukan aplikasi mata-mata klasik, AppCloud menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan eksistensi perangkat lunak yang tidak bisa dihapus dari ponsel.
Momentum isu meningkat kembali setelah pengguna di Eropa dan Asia Selatan melaporkan keberadaan AppCloud di ponsel dan tablet baru mereka. Bahkan setelah dinonaktifkan, aplikasi ini kembali muncul setiap pembaruan sistem perangkat lunak. Hal ini menunjukkan kemampuan aplikasi untuk terus menginstal perangkat lunak tambahan tanpa izin pengguna. Meskipun IronSource dimiliki oleh perusahaan Amerika Serikat, Unity, perdebatan tentang privasi dan keberadaan aplikasi yang tidak bisa dihapus tetap menjadi perhatian utama dalam isu ini.

