Harga bitcoin (BTC) mengalami koreksi pada Jumat malam dengan turun di bawah USD 85.000. Beberapa analis menyebutkan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh aksi jual yang cukup signifikan, bahkan menyentuh level terendah sejak tahun 2022. Data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa harga bitcoin turun 9,02% dalam 24 jam terakhir dan terpangkas sebesar 13,94% dalam seminggu terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di angka USD 83.715,89 atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Dari laporan Yahoo Finance, bitcoin sedang dalam jalur untuk mencatat kinerja bulanan terburuk sejak tahun 2022, ketika sejumlah kebangkrutan perusahaan di sektor kripto terjadi. Nilai bitcoin telah turun sekitar seperempat pada bulan November ini, merupakan penurunan terbesar dalam satu bulan sejak Juni 2022.
Faktor-faktor seperti runtuhnya proyek stablecoin TerraUSD milik Do Kwon dan serangkaian kegagalan perusahaan lainnya telah berkontribusi pada penurunan harga bitcoin. Meskipun Gedung Putih di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump pro-kripto dan adopsi institusional yang meningkat, nilai bitcoin telah turun lebih dari 30% sejak mencapai rekor tertinggi pada awal Oktober.
Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran yang menghapus USD 19 miliar atau sekitar Rp 317,65 triliun dalam taruhan token leverage, serta mengakibatkan kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar USD 1,5 triliun atau Rp 25.078 triliun. Tekanan jual terus meningkat dalam 24 jam terakhir, dengan lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,43 triliun posisi leverage dilikuidasi menurut data dari CoinGlass.

