Kehadiran siswa di SMAN 72 Jakarta selama kegiatan belajar mengajar semakin meningkat, mencapai 91% pada Jumat sebelumnya. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengikuti pembelajaran secara daring. Menurut Kepala Sekolah Tety Helena Tampubolon, tidak ada siswa yang bolos dalam pembelajaran hybrid yang dilakukan secara luring dan daring. Beberapa siswa yang absen karena alasan tertentu, seperti sakit, sedang dalam perawatan di rumah sakit, namun sebagian besar dari mereka telah kembali mengikuti proses pembelajaran sesuai jadwal.
Tety menegaskan bahwa pihak sekolah terus berupaya menjaga kondisi psikologis siswa agar nyaman dan siap mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, belum ditentukan kapan seluruh siswa dapat kembali belajar sepenuhnya di sekolah karena kesiapan mental para siswa harus diperhatikan terlebih dahulu. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meminta agar kasus perundungan yang terjadi di SMAN 72 diusut tuntas untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Tinggi nya kehadiran siswa dan upaya pihak sekolah dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran merupakan wujud dari komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, diharapkan para siswa dapat tetap fokus dalam pembelajaran, baik secara daring maupun luring, demi mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

