Di Eropa, diesel dahulu merupakan pilihan utama di jalanan. Namun, setelah skandal Dieselgate pada tahun 2015, keadaan berubah drastis. Sejak itu, mobil diesel telah tergusur oleh mobil hibrida plug-in. Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), dalam 10 bulan pertama tahun 2025, penjualan mobil diesel telah kalah dari mobil hibrida plug-in untuk pertama kalinya di wilayah tersebut. Saat ini, pangsa pasar mobil diesel hanya mencapai 8% dari total penjualan mobil baru di 27 negara Uni Eropa, ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss (EFTA), dan Inggris.
Sebaliknya, penjualan mobil hibrida plug-in terus meningkat dan saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 9,4%. Penjualan mobil diesel sendiri mengalami penurunan sebesar 24,1% dari tahun ke tahun. Hal ini menandai akhir dari era mobil diesel yang pernah begitu dominan di Eropa.
Dengan adanya aturan emisi yang semakin ketat, mobil diesel kini semakin jarang ditemui di jalan. Meskipun masih ada beberapa produsen seperti BMW dan Audi yang masih menawarkan mesin diesel pada mobil-mobil baru mereka, banyak merek beralih ke mesin gas dan hibrida. PHEV dan mobil listrik jelas menjadi pilihan yang lebih populer di masa depan.
Dengan demikian, mobil hibrida plug-in kini menempati posisi teratas dalam pangsa pasar, diikuti oleh mobil gas dan mobil listrik. Mobil diesel yang sejak dulu menjanjikan efisiensi bahan bakar dan biaya operasional rendah, kini harus memberi jalan pada teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Era mobil diesel di Eropa telah berakhir, dan era mobil hibrida dan listrik muncul sebagai penerus yang lebih modern dan berkelanjutan.

