Pasar komoditas global dikejutkan oleh langkah besar Tether, penerbit stablecoin terbesar dunia USDT, yang kini muncul sebagai salah satu pembeli emas terbesar secara global. Dalam sebuah grafik yang beredar pekan ini, Tether diketahui telah membeli 26 ton emas, menjadikannya berada di posisi teratas dibandingkan negara-negara pembeli emas lainnya seperti Kazakhstan, Brasil, Turki, hingga Irak. Kazakhstan membeli 18 ton, Brasil 15 ton, sementara negara lain seperti Turki dan Irak hanya berada di kisaran beberapa ton. Posisi Tether sebagai perusahaan swasta—bukan lembaga moneter negara—membuat pencapaiannya semakin mencolok. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran tren, di mana perusahaan aset digital mulai ikut memengaruhi aliran komoditas tradisional. Keputusan investasi ada di tangan pembaca, pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

