Saturday, January 17, 2026
HomeTeknologiMengapa Penggunaan AI Belum Disadari oleh Mayoritas Masyarakat Indonesia

Mengapa Penggunaan AI Belum Disadari oleh Mayoritas Masyarakat Indonesia

Artificial intelligence (AI) sudah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari dan dunia bisnis saat ini, meskipun masih banyak pengguna yang belum menyadarinya. Menurut President Director PT Lintas Teknologi Indonesia (LTI), Muhamad Paisol, perubahan besar terjadi dalam perilaku manusia dan budaya digital global. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mulai mengadopsi AI, dan pertumbuhan penggunaan AI di Indonesia mencapai 47 persen dalam setahun terakhir, meskipun masih banyak yang belum memanfaatkannya sepenuhnya. Namun, kesadaran masyarakat mengenai penggunaan AI masih rendah, dengan lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia belum menyadari keberadaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Paisol menegaskan bahwa pentingnya meningkatkan literasi dan edukasi publik mengenai AI agar masyarakat dapat memahami manfaat dan potensi teknologi ini. Dia juga menyatakan bahwa AI tidak hanya membawa perubahan dalam industri, tetapi juga dalam cara manusia berpikir, bekerja, dan berinteraksi. Dalam era baru ini, sinergi antara manusia dan mesin menjadi hal yang sangat penting, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci utama.

Lintas Teknologi sendiri telah mengadakan Lintas Teknologi Solutions Day 8th Edition, sebuah forum tahunan yang membahas perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia. Telkom Group, sebagai salah satu perusahaan yang mengadopsi teknologi AI, telah mengimplementasikan AI for Network untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan memperbaiki kinerja jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pemanfaatan AI juga diperluas ke sektor komersial melalui precision marketing untuk mendukung strategi periklanan dan peningkatan pengalaman pelanggan.

Kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, pelaku bisnis, akademisi, dan sektor privat sangat penting dalam mewujudkan visi AI nasional. Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, menekankan pentingnya diskusi terbuka mengenai jaringan, sumber data, dan spektrum frekuensi untuk menciptakan kompetisi yang kolaboratif dan mempersiapkan Indonesia untuk adopsi AI secara maksimal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler