Wednesday, January 14, 2026
HomeBeritaPertumbuhan Kredit 2026: Kelas Menengah Membutuhkan Stimulus

Pertumbuhan Kredit 2026: Kelas Menengah Membutuhkan Stimulus

Berita mengenai proyeksi pertumbuhan kredit pada 2026 yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit diproyeksikan akan tetap moderat. Perlambatan ini terjadi sejak tahun 2025 setelah pertumbuhan tinggi pada tahun 2022-2024. Pada tahun 2025, pertumbuhan kredit diprediksi akan berada pada level single digit. Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, daya beli kelas menengah perlu didukung dengan kebijakan yang tepat. Apindo menekankan pentingnya stimulus fiskal yang ditujukan secara khusus kepada kelas menengah sebagai prioritas.

Penciptaan lapangan kerja juga dianggap penting untuk memperkuat daya beli masyarakat. Apindo berupaya mendorong investasi guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Meskipun pemerintah telah memberikan insentif fiskal, fokusnya perlu dipertajam ke kelas menengah yang berdampak besar terhadap konsumsi nasional. Upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor informal dalam ekonomi juga perlu didukung dengan kebijakan yang tepat. Penambahan likuiditas ke bank milik negara diharapkan dapat mendorong pembiayaan, namun minat pelaku usaha dalam menarik kredit masih dianggap lesu. Pelaku usaha dideskripsikan sebagai masih berhati-hati dalam melakukan ekspansi di situasi saat ini, yang kemungkinan lebih banyak menggunakan likuiditas untuk program prioritas pemerintah atau kebutuhan internal perbankan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler