Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengadakan pertemuan virtual dengan perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) untuk membincangkan kelanjutan negosiasi tarif dagang. Pertemuan tersebut menyetujui untuk melanjutkan poin-poin yang telah disepakati dalam deklarasi pimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada 22 Juli lalu. Airlangga juga menyatakan rencana untuk mengirimkan tim ke Washington DC dalam waktu dekat guna melanjutkan perbincangan terkait tarif dagang antara kedua negara. Ia berharap bahwa apa yang sudah disepakati oleh kedua pemimpin dapat direalisasikan dalam bentuk draft agreement menjelang akhir tahun ini. Airlangga telah menyampaikan hasil pertemuan online dengan USTR kepada Presiden Prabowo Subianto dan menerima instruksi untuk menyelesaikan perjanjian tersebut sebelum akhir tahun. Ia yakin bahwa kelanjutan negosiasi ini akan menghasilkan kesepakatan positif yang akan disambut baik oleh AS, mengingat Indonesia adalah salah satu negara yang memulai negosiasi dengan Amerika Serikat dengan segera. Sebelumnya, laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan AS terancam batal karena dituduh melanggar kesepakatan non-tarif terkait ekspor industri dan pertanian AS. Namun, pemerintah Indonesia membantah klaim tersebut dan memastikan bahwa negosiasi tarif dagang masih terus berlangsung dengan AS.

