Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas utama di Provinsi Sumatra Utara berangsur pulih setelah terjadi bencana hidrometeorologi. Ruas strategis Lintas Timur di Sumatra Utara yang menghubungkan Medan-Binjai-Pangkalan Brandan-Tanjung Pura hingga perbatasan Aceh telah kembali dapat dilalui, seiring dengan percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa Kementerian PU terus melakukan penanganan jalan dan jembatan untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi logistik berjalan normal. Perbaikan jalur transportasi merupakan prioritas utama setelah terjadinya bencana di beberapa daerah, sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.
Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara telah menurunkan alat berat, alat pendukung, dan bahan penanganan bencana yang difokuskan pada pembukaan akses, perbaikan darurat, dan pembersihan material banjir. Penanganan darurat dilakukan secara bertahap untuk memastikan ruas jalan vital tetap beroperasi.
Selain itu, Kementerian PU juga fokus pada pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Sumatra Utara. Di sektor Sumber Daya Air, terdapat sejumlah sungai, bendung, dan sistem air baku terdampak bencana. Identifikasi kerusakan terus dilakukan untuk menjaga fungsi infrastruktur pengendalian banjir dan ketersediaan air.
Dalam sektor permukiman, Kementerian PU telah mengidentifikasi kerusakan infrastruktur SPAM dan Instalasi Pengolahan Air, serta menyediakan dukungan darurat untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Selain itu, bencana juga berdampak pada prasarana strategis sosial, seperti sekolah, madrasah, pondok pesantren, pasar, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah. Data ini menjadi dasar untuk langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

