Kesenjangan akses internet di wilayah perdesaan masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan transformasi digital nasional. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menunjukkan bahwa masih ada 2.333 desa di Indonesia yang belum terkoneksi internet, dengan sebagian besar dari desa tersebut tidak memiliki akses jaringan 4G. Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur telekomunikasi masih mengalami hambatan, terutama di daerah perdesaan. Pembangunan konektivitas di desa juga dihadapi oleh tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur dasar, dan masalah keberlanjutan operasional jaringan.
Program Kampung Internet yang diluncurkan oleh Kemkomdigi bertujuan untuk membawa akses internet yang berbasis fixed broadband ke desa-desa. Melalui program ini diharapkan masyarakat desa dapat memiliki akses terhadap informasi, layanan publik, dan peluang ekonomi digital. Sejumlah langkah diambil untuk memperluas cakupan program ini, termasuk melibatkan penyedia layanan internet lokal dalam pengadaan jaringan Kampung Internet.
Pemerintah juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung keberlanjutan Program Kampung Internet. Dengan melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), diharapkan lulusan dapat menjadi tenaga terampil digital yang dapat membantu dalam pengelolaan jaringan internet di desa. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan internet secara positif dan produktif, terutama bagi generasi muda.
Melalui Program Kampung Internet, pemerintah berharap dapat mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh desa di Indonesia, sehingga masyarakat desa dapat menjadi lebih terhubung, produktif, dan sejahtera.

