Platform TikTok telah menghapus sekitar 25 juta konten yang melanggar Pedoman Komunitas selama periode Januari hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, 424 ribu konten video terkait judi online telah dihapus, dengan 99 persennya dihapus sebelum dilaporkan pengguna. Lebih dari 1,6 juta komentar yang mempromosikan judol pun telah dihapus. Langkah ini merupakan komitmen TikTok untuk memastikan keamanan dan kenyamanan 160 juta pengguna di Indonesia.
Di sepanjang tahun 2025, TikTok Indonesia meluncurkan sejumlah inisiatif keamanan, seperti #SalingJaga, #LawanJudol, dan #PikirDuaKali. Kampanye literasi digital #PikirDuaKali diimplementasikan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Satgas PASTI, IM3, dan para kreator untuk meningkatkan pemahaman keamanan digital masyarakat.
Dalam periode Oktober-November 2025, TikTok menggelar aktivitas edukatif guna memperluas jangkauan kampanye #PikirDuaKali, termasuk melalui Pusat Panduan #PikirDuaKali di aplikasi TikTok. Dalam waktu dua bulan sejak peluncurannya pada 1 Oktober, Pusat Pengaduan #PikirDuaKali telah diakses lebih dari 37 juta kali oleh pengguna, menunjukkan respon yang positif dari masyarakat.
Selain itu, TikTok Indonesia juga memperkenalkan metode 3C (Cek, Cegah, Cegat) sebagai langkah sederhana agar masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan menghindari penipuan digital. Melalui kampanye ini, TikTok berharap pengguna dapat mengenali tanda-tanda konten penipuan dan mengurangi risiko di ruang digital.

