Kekhawatiran pasar juga dipicu oleh pergerakan saham Strategy (MSTR), sebuah perusahaan publik yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Saham MSTR telah mengalami penurunan di bawah SMA 100 pekan sejak November lalu, menyajikan contoh bagaimana tekanan dapat tumbuh jika level teknis penting tidak dapat dipertahankan. Saham MSTR turun ke level USD 220 dan menembus rata-rata 100 pekan pada awal November, dengan tekanan jual yang semakin dalam hingga harga mencapai sekitar USD 160. Dalam satu tahun terakhir, saham perusahaan tersebut mengalami penurunan lebih dari 60 persen dari puncaknya di USD 457. Pergerakan saham MSTR sering dianggap sebagai indikator awal bagi Bitcoin, dengan saham ini sebelumnya memberikan sinyal peringatan saat jatuh di bawah SMA 50 pekan. Oleh karena itu, jika Bitcoin juga turun di bawah SMA 100 pekan, risiko penurunan lebih lanjut dianggap semakin besar. Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, harapan untuk pemulihan harga akan menjadi lebih kuat. Level ini dapat menjadi fondasi penting bagi stabilisasi pasar kripto dalam waktu mendatang.

