Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, kembali terlihat menguji zona dukungan (support) on-chain kritis. Melalui grafik perbandingan antara harga pasar ETH dan harga realisasi (realized price) pada alamat-alamat akumulasi, kita dapat melihat bagaimana pemegang aset jangka panjang membangun posisi mereka. Data ini memberikan wawasan mendalam tentang pergerakan harga saat kembali ke level-level tersebut, menyoroti dinamika yang telah terjadi dalam berbagai siklus pasar sebelumnya.
Harga realisasi alamat akumulasi mencerminkan rata-rata biaya pembelian dari dompet digital yang secara konsisten mengumpulkan ETH daripada melakukan perdagangan aktif. Dibandingkan dengan harga pasar yang fluktuatif, garis ini bergerak lambat dan menunjukkan keyakinan para pembeli jangka panjang dari waktu ke waktu. Meskipun pasar mengalami penurunan tajam, harga realisasi ini menunjukkan tren naik stabil selama bertahun-tahun, menandakan adanya akumulasi terus-menerus pada harga yang lebih tinggi dan memperkuat peran alamat-alamat ini sebagai partisipan jangka panjang.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca, dan sebaiknya melakukan penelitian dan analisis sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

