Klappertart, yang berasal dari kata “klapper” yang berarti kelapa dalam bahasa Belanda dan “tart” yang artinya kue, merupakan hidangan khas Manado, Sulawesi Utara dengan pengaruh budaya Belanda yang kuat. Selain menjadi hidangan penutup yang populer menjelang Natal, klappertart juga memiliki rasa manis, lembut, dan gurih berkat potongan kelapa muda yang khas.
Tradisi menyajikan kue khas ini dalam perayaan Natal telah menjadi bagian integral dari budaya Manado yang harus dilestarikan. Proses pembuatan klappertart yang relatif sederhana dengan bahan-bahan seperti susu evaporasi, gula, tepung, kuning telur, dan potongan kelapa muda membuatnya menjadi hidangan wajib selama Natal di kalangan masyarakat Manado.
Untuk membuat klappertart, Anda bisa mengikuti resep berikut:
– Potong daging kelapa muda sesuai selera dan campurkan dengan bahan seperti tepung terigu, tepung maizena, susu evaporasi, dan vanila.
– Panaskan campuran susu evaporasi, air kelapa, gula, dan garam hingga mendidih, lalu tambahkan adonan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga mengental.
– Masukkan margarin, potongan kelapa, dan kuning telur, aduk hingga rata, lalu tuang adonan ke dalam cetakan dan kukus selama 20-25 menit.
– Tambahkan topping kismis dan keju parut, lalu dinginkan sebelum disajikan.
Dengan cita rasa yang istimewa dan proses pembuatan yang cukup sederhana, klappertart merupakan hidangan yang cocok untuk merayakan Natal dan tradisi kuliner Manado yang patut dilestarikan untuk generasi mendatang.

